Effendi Simbolon: Jokowi Belum Siap Sebagai Presiden

Politik |

Politisi yang pernah menjadi calon Gubernur Sumatera Utara oleh PDIP ini lebih lanjut mengatakan, “100 hari belum cukup beri assessment (penilaian). Saya tidak ingin cari kesalahan yang lama. Tetapi, berangkatnya pemerintahan ini terus terang antara nakhoda dengan kru tidak saling kenal. Bayangkan, kalau antarkru tidak saling kenal. Tetapi, sebuah keniscayaan. Ini harus kita terima.”
Effendi mengakui kalau Jokowi saat ini justru dikelilingi orang-orang yang tidak memiliki kompetensi sebagai pembantu presiden. Terlalu banyak orang asing bagi Jokowi, yang menurutnya itu tak lain bentuk intervensi bagi Jokowi dalam membuat kebijakan. “Banyak intervensi, bukan hanya dari internal pak Jokowi. Tetapi, di kalangan KIH (Koalisi Indonesia Hebat) itu sendiri,” ujar dia.

Menyikapi kisruh antara KPK dengan Polri, Effendi juga menyayangkan sikap Jokowi yang latah membentuk Tim Independen yang dia rasa tak perlu karena Presiden punya Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk dimintai pendapatnya. “Yang atur anak kecil, yang diatur prematur, inkubator jadinya. Ketika Presiden selesaikan masalah KPK-Polisi yang dipanggil Wantimpres dong, ring dalam dong dimanfaatkan. Tetapi, ini malah dipanggil orang di luar sistem,” katanya.

Menkopolhukam: Pendukung KPK Rakyat Tak Jelas

Nasional |

Makin runyam saja sepertinya situasi politik dan kepastian hukum di negeri ini. Setelah saling melabeli tersangka pada petinggi institusi penegak hukum Polri dan KPK yang dipuncaki dengan penangkapan Bambang Widjajanto…

Giliran Pandu Berurusan dengan Bareskrim Polri

Hukum |

SatuNusaNews – Prahara yang menerpa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga berakhir. Setelah kemarin wakil ketua KPK Bambang Widjajanto ditangkap Bareskrim Mabes Polri, kini giliran Adnan Pandu Praja yang berurusan…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.