fbpx

Korupsi Bansos KONI, Mantan Anggota DPR RI asal Kalbar Ditahan di LP Pontianak

0 277

- Advertisement -

SatuNusaNews – Mantan anggota DPR RI Zulfadli dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Pontianak, Provinsi Kalbar. Anggota DPR RI 2 periode asal Partai Golkar ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pontianak. Terpidana kasus korupsi Bantuan Sosial KONI Kalbar tahun 2006-2008 ini ditangkap di rumahnya di Depok, Jawa Barat.

“Terpidana Zulfadli mulai hari ini resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pontianak atas putusan MA yang menetapkan terpidana dihukum penjara selama delapan tahun,” kata Kasi Pidsus Kejari Pontianak, Juliantoro di Pontianak.

Zulfadhli yang saat itu mengenakan baju kaos dan celana pendek tampak pasrah saat ditangkap Tim Pidsus Kejari Pontianak menemukannya. Ia pun ditangkap tanpa perlawanan lalu dibawa menuju kantor Kejari Jakarta, untuk menandatangi administrasi penangkapan.

Juliantoro mengatakan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan pengintaian selama kurang lebih satu minggu. Menurut dia, terpidana Zulfadli ditangkap Selasa (18/6) di kediamannya Raffles Hills, Blok 03 No. 16, Depok, Jawa Barat.

“Penangkapan terhadap terpidana setelah kami melakukan pengintaian selama satu minggu. Setelah pasti baru melakukan penangkapan, setelah menyelesaikan administrasi terpidana baru di bawa ke LP Kelas II A Pontianak,” ungkapnya seperti dikutip Antara.

Ia menambahkan, terpidana Zulfadli akan menjalani masa hukuman penuh sekitar delapan tahun. Menurut pengakuan dia, dirinya belum pernah ditahan selama proses hukum sebelumnya.

Vonis

Sebelumnya, MA mengabulkan permohonan kasasi Kejari Pontianak yang akhirnya menetapkan terpidana dihukum penjara selama delapan tahun dan membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp11,2 miliar. Putusan MA tersebut menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Kalbar tahun 2017 dan putusan Pengadilan Negeri Pontianak tahun 2016.

Sementara itu, Kepala LP Kelas II A Pontianak, Farhan Hidayat mengatakan, terpidana Zulfadli ditempatkan di ruang terpidana pada umumnya atau sama dengan warga binaan lainnya di LP Pontianak.

“Kalau sudah statusnya warga binaan, maka meski pun dia mantan pejabat maka perlakuannya sama dengan terpidana lainnya,” katanya.

Menurut dia, terpidana Zulfadli di tempatkan di khusus Tipikor dan usia lanjut, yakni satu kamarnya dihuni oleh sekitar tujuh hingga sembilan orang.

Kasus Korupsi 2006 – 2008

Polda Kalbar menetapkan anggota DPR asal Golkar, Ir H Zulfadhli dan anggota DPR asal PPP, Usman Dja’far sebagai tersangka dugaan korupsi. Ir. H Zulfadhli terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov Kalbar, 2006-2008. Meski menyandang status tersangka, Zulfadhli menegaskan ia menolak mundur dari keanggotaan DPR.

“Nggak (mundur). Ini kan proses awal. Di DPR kan ada kode etik dan tata beracara,” kata Zulfadhli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Rabu (28/1/2015) silam seperti dikutip Tribunnews.

Penetapan Zulfadhli dan Usman Dja’far sebagai tersangka diungkap langsung Kapolda Kalbar kala itu, Brigjen Arief Sulistyanto, Senin (26/1/2015).

“Alhamdulillah. Audit perhitungan kerugian negaranya sudah keluar dan disampaikan kepada kami. Bansos sudah dua tahun tak keluar-keluar,” ungkap Arief.

Dirsersekrimsus Polda Kalbar, Kombes Widodo, menambahkan kerugian perhitungan keuangan negara dari BPK Rp 5 miliar. Namun, jika digabung dengan KONI Kalbar, karena satu rangkaian maka, totalnya Rp 20 miliar.

Widodo menyebut, Polda Kalbar telah memeriksa 18 saksi. Delapan orang lainnya dibidik untuk dijadikan tersangka.

Zulfadhli menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kalbar periode 2004-2009. Sementara Usman Dja’far saat itu sebagai Gubernur Kalbar periode 2003-2008. Dana Bansos yang diduga dikorupsi berasal dari APBD Tahun Anggaran 2006-2008.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Pontianak, memvonis terdakwa Zulfadli satu tahun penjara dalam sidang putusan kasus korupsi Dana Bansos KONI Provinsi Kalbar tahun anggaran tahun 2007-2008 dan Bantuan dana Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura (Untan) tahun anggaran 2006-2008.

Dalam sidang yang berlangsung tahun 2017 tepatnya Kamis (13/4) sekitar pukul 10.30 WIB, dihadiri langsung terdakwa Zulfadli yang juga tercatat sebagai anggota DPR RI, dengan didampingi tiga kuasa hukum. Terdakwa kasus korupsi Dana Bansos KONI 2007-2008 dan Dana Fakultas Kedokteran Untan 2006-2008, Zulfadli saat menjalani sidang putusan yang berlangsung di PN Pontianak, Kamis (13/4/2017). Hakim PN Pontianak memvonis Zulfadli satu tahun penjara.

Dalam amar putusan yang dibacakan oleh Hakim ketua Kusno, didampingi dua hakim anggota, dan dua orang JPU. Zulfadli telah terbukti dalam dakwaan alternatif secara sah dan menyakinkan melanggar Undang-Undang nomor 31 tahun 2009, perubahan dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Terdakwa divonis 1 tahun hukuman dan denda Rp 100 juta dengan subsider 3 bulan kurungan,” kata Kusno saat membacakan amar putusan. Vonis tersebut lebih rendah enam bulan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya yakni 1,6 tahun hukuman. #

Comments
Loading...