fbpx

Dukungan Tidak Gratis, NU Tagih Jatah Menteri

0 286

- Advertisement -

SatuNusaNews – Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Agoes Ali Masyhuri yang akrab disapa Gus Ali mengatakan bahwa dukungan warga Nadhliyin ke Jokowi tidak gratis. Jika menang, NU merasa berhak mendapatkan jabatan menteri pada kabinet yang akan dibentuk.

Pernyataan tersebut diucapkan Gus Ali saat menghadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (19/6) malam.

Permintaan Gus Ali terkait jatah menteri di Kabinet Jokowi disampaikan blak-blakan, bahkan sedikit bernada mengancam. “Tidak ada dukungan politik yang gratis!” tegas Gus Ali.

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shoawat Tulangan, Sidoarjo ini yakin jika kader NU yang diusulkan akan pos menteri yang strategis. “Insya Allah akan mendapat posisi yang strategis,” katanya.

Mendengar hal tersebut, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar mengamininya. Menurut KH Miftach, permintaan jabatan menteri oleh warga NU adalah hal yang wajar.

“Sesuatu yang wajar kan, dan ndak dilarang. Ya tinggal gimana nanti cara dan suatu bentuk komitmen-komitmen yang akan, ya lihat nanti. Tentu kan banyak yang berkeinginan,” kata Kiai Miftah.

Saat ditanyakan kader NU yang diusulkan ke meja Jokowi, Gus Ali enggan menyebut nama-nama tersebut. “Saya ndak berani nyampaikan (nama), ada… ada… Sebentar lagi ada (nama warga NU yang diusulkan),” elaknya sembari menegaskan jika nama-nama yang akan diusulkan sudah dibicarakan di internal NU.

Namun, pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah Surabaya tersebut mengaku kalau pihaknya belum menentukan nama-nama kader NU yang akan diusulkan ke Jokowi, beda dengan pengakuan Gus Ali. “Belum!” elak mantan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur tersebut. Sudah komunikasi dengan Jokowi

Kalau soal komunikasi dengan Jokowi terkait usulan tambahan jatah menteri untuk NU, Kiai Miftah mengaku sudah ada. “Tapi apakah menjurus, bagaimana, ya komunikasi biasa,” ucapnya.

Tak sebatas mengusulkan tambahan menteri, Kiai Miftah juga menyebut sudah saatnya kalangan NU menempati pos menteri strategis. “Ya saatnya memang, tapi ya mudah-mudahanlah hasil,” tandasnya seperti dikutip Merdeka.

Halal bi Halal Keluarga Besar Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (19/6) itu juga turut dihadiri Menteri BUMN, Rini Soemarno. #

Comments
Loading...