SatuNusaNews
Terpercaya beritakan fakta.

Agus Maksum Mengaku Mendapat Ancaman

16

SatuNusaNews – Saksi yang diajukan oleh pemohon dalam sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi dari Pihak 02 merasakan mendapat ancaman pembunuhan. Agus Maksum mengaku mendapatkan ancaman pembunuhan terhadap dirinya dan keluarganya terkait aktifitasnya bersama BPN 02.

Ketua Majelis Hakim Prof. Dr. Aswanto, S.H., M.Si.,DFM. menanyakan apakah saksi dalam keadaan tertekan atau tidak sebagai saksi di persidangan MK Rabu (19/06/2019). Juru Bicara IT BPN 02 ini mengaku pernah mendapatkan ancaman pembunuhan. Bukan hanya dirinya pribadi, bahkan keluarganya juga mendapat ancaman.

“Sebelumnya kami ada ancaman itu,” jawab Agus Maksum saat ditanya oleh Hakim Aswanto.

Saat dicecar pertanyaan ancaman dalam bentuk apa yang dialami, Agus Maksum menolak.

“Saya mohon maaf tidak bisa menyampaikan secara terbuka,” jawab Agus menolak menjawab.

“Ancaman ini pernah sampai kepada saya dan kepada keluarga saya tentang ancaman pembunuhan,” lanjutnya.

Ancaman tersebut terkaitan dengan fungsi Agus Maksum terkait pendalaman dan penelitian terkait dengan DPT. Agus juga mengatakan tidak melaporkan ancaman tersebut ke pihak kepolisian.

Namun saat ditanya mengapa tidak melaporkan ke polisi, Agus merasa bahwa tim BPN 02 mampu mengamankan diri dan keluarganya.

“Kami menganggap tim kami bisa mengamankan saya,” jawabnya.

Ancaman tersebut diterimanya pada April 2019, terkait kegiatannya sebagai tim IT khususnya mengenai tugasnya menelaah DPT. Agus menyebutkan ada 9 nama dari Tim BPN 02 yang mengetahui ancaman tersebut, namun menolak menyebut nama-nama tersebut. Agus hanya menyebut nama Hasyim Djojohadikusumo salah satu yang mengetahuinya.

“Saya melindungi nama-nama itu, kecuali 1 nama yang saya sebutkan tadi,” jelasnya.

Bambang Widjojanto selaku kuasa hukum pemohon mengusulkan jalan tengah dengan cara tertulis. Bambang menjelaskan bahwa saksii memiliki resiko bila menyebut nama-nama lain, sehingga dikhawatirkan menjadi masalah yang lain. Bambang menyarankan agar saksi Agus memberikan nama-nama yang mengetahui perihal ancaman tersebut secara tertulis kepada majelis hakim. Namun Hakim Aswanto menyatakan bahwa tidak boleh siapapun merasa tertekan apalagi terancam dalam sidang Mahkamah Konstitusi.

Agus Maksum memberi kesaksian bagaimana carut-marutnya penyusunan DPT pada Pemilu 2019. Agus Maksum bersama tim IT BPN 02 menemukan jutaan pemilih pada DPT dengan KTP palsu, KK fiktif, TPS fiktif. #

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.