5 Salah Identifikasi, Prof. Edward Omar Dikoreksi Netizen

0 433

- Advertisement -

SatuNusaNews – Prof. Edward Omar Sharif Hiariej dalam kesaksiannya sebagai ahli menyampaikan hal yang salah. Tak tanggung-tanggung, kesalahan penyampaian tersebut justru 5 unsur penting sebuah perkara.

Prof. Edward Omar Sharif Hiariej sempat bercerita tentang kisah pencurian baju besi milik Sayyidina Ali bin Abi Thalib oleh seorang Yahudi.

Pernyataan Prof. Edward dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi tersebut dikoreksi oleh seorang wanita muda asal Aceh, Serly Annavita. Dalam video yang diunggah di akun instagramnya, @serlyannavita, Serly memaparkan kesalahan fatal ahli dalam sidang tersebut.

Prof. Edward menceritakan kisah seorang Kafir Quraisy yang mencuri baju besi Umar bin Khatab. “Semua penduduk Mekkah tau kalau itu adalah baju besi milik Umar bin Khattab,” sebutnya dalam sidang.

Menurut Edward, kasus itu kemudian diadukan kepada Rasulullah SAW.

Penasehat hukum Paslon 02 Prabowo-Sandi, Nasrullah, sebagai pihak pemohon sempat mengkoreksi cerita tersebut.

Prof Edward Dikoreksi Netizen Aceh

Netizen asal Aceh, Serly Annavita mengunggah koreksi atas pernyataan Prof. Edward Omar Sharif Hiariej tersebut. Serly menguraikan 5 hal pokok yang salah diidentifikasi oleh Ahli.

View this post on Instagram

YUK REPOST & MENTION KAWAN-KAWAN TERDEKAT . Prof Eddy saksi Ahli TKN 01 pada sidang MK kemarin berkisah di zaman Rasul, jubah Sayyidina Umar dicuri seorang kafir quraisy, lantas Umar membawa pencuri itu ke hadapan Rosululloh. . Namun ternyata pernyataan Prof Eddy itu mengandung kesalahan fatal. . 1. Beliau salah mengidentifikasi tergugat. Harusnya seorang yahudi namun beliau sebut kafir quraisy. . 2. Beliau salah mengidentifikasi penggugat. harusnya Sayyidina Ali namun beliau sebut Umar bin Khatab . 3. Beliau salah mengidentifikasi Hakim, harusnya bernama Syuraih, namun beliu sebut Rasulullah. . 4. Beliau salah mengidentifikasi waktu. Harusnya pada masa kekhalifahan, yang artinya dimasa setelah rosul wafat, namun beliau sebut dimasa Rasulullah. . 5. Beliau salah identifikasi TKP. Ada riwayat di Madinah ada riwayat di kuffah. Namun beliau sebut Mekkah. . Yang sangat disayangkan, sebagai saksi ahli, professor dan bersaksi di depan MK beliau bisa salah fatal menceritakan kisah hukum yang sangat mashur dan banyak dikutip oleh banyak tokoh. . Salah mengidentifikasi tergugat, penggugat, hakim, waktu kejadian dan TKP. . Semoga saja kualitas persaksiannya sebagai saksi ahli TKN 01 juga bisa dipertanggungjawabkan. . Teman-teman ada pendapat? ——————— https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/naostk . NB : Maaf salah ketik angka 5 menjadi 2 🙏

A post shared by Sherly Annavita (@sherlyannavita) on

 

(1) Kesalahan identifikasi korban atau penggugat, seharusnya Ali bin Abi Thalib bukan Umar bin Khattab.

(2) Kesalahan identifikasi tersangka, seharusnya Yahudi Madinah bukan Kafir Quraisy.

(3) Kesalahan identifikasi hakim, seharusnya Syuraih bukan Rasulullah SAW.

(4) Kesalahan identifikasi tempat kejadian perkara, semestinya di Kota Madinah bukan di Kota Makkah.

(5) Kesalahan identifikasi waktu kejadian perkara, semestinya di masa kekhalifahan, bukan masa Rasulullah. Saat itu Rasulullah telah wafat.

Viral

Video yang dibuat dan diposting Serly Annavita itu kemudian viral. Setidaknya di akun instagramnya, video tersebut telah ditonton lebih dari 36ribu kali.

Video tersebut juga menyebar di berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter. Video juga menyebar dari satu grup WhatsApp ke grup WhatsApp yang lain.

Serly sendiri lahir di Kruenggeukueh, Dewantara, Aceh Utara pada 12 September 1992. Serly mengenyam pendidikan di Swinburne University of Technology Australia. #

Comments
Loading...