SatuNusaNews
Terpercaya beritakan fakta.

Yang Sebut Pidato Prabowo Pesimis adalah Orang Yang Gagal Paham

11

SatuNusaNews – Prabowo Subianto akhir-akhir ramai menjadi bahan pembicaraan. Pidato Ketum Partai Gerindra dalam sebuah kesempatan dianggap memprovokasi dan pesimis terhadap masa depan Indonesia. Menurut sebagian masyarakat, Prabowo telah menyebarkan ancaman pembubaran NKRI di tahun 2030.

Sebelumnya, akun Partai Gerindra mengupload sebuah video yang berisi pidato Prabowo Subianto. Dalam video tersebut pada salah satu bagiannya mengutip kajian luar negeri yang memprediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar,” kata sosok yang akan berhadapan dengan Jokowi di Pilpres 2019 dalam potongan video tersebut.

Apa yang disampaikan tersebut kemudian memicu sebagian masyarakat sebagai bentuk pesimisme bahkan ramalan yang sarat muatan provokasi dan membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi bahkan turut mengkomentarinya walau tidak secara langsung menyinggung pidato Prabowo tersebut. Seolah menyindir, Jokowi menegaskan perlunya membangun optimisme dan harapan di kalangan masyarakat.

Menyikapi perkembangan tersebut, Wakil Ketua MPR Muhammad Hidayat Nur Wahid turut memberi komentar. Hidayat menilai pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia diprediksi bubar pada 2030, justru bertujuan menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hal pertama yang perlu dipahami pidato tersebut bukan murni dari pak Prabowo Subianto. Pidato itu menukil dari pernyataan seseorang yang menulis tentang kajian tersebut,” kata dia di Pariaman, Minggu usai kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan sebagaimana dikutip dari Antara.

Ia menilai pernyataan dalam pidato ketua umum Gerindra tersebut bukan untuk memprovokasi atau bersikap pesimisme agar Indonesia bubar pada 2030.

“Pidato tersebut harusnya dipahami agar masyarakat mempunyai informasi sedini mungkin dan tidak kaget serta segera bersatu untuk menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia,” ujar dia.

“Jika ada pihak yang menyebarkan informasi bahwa Prabowo Subianto ingin memprovokasi dan bersikap pesimisme maka orang tersebut tidak paham dengan isi pidato tersebut.”

Ia juga menyinggung saat ini masih pihak yang hanya memahami persoalan tidak sampai menyeluruh sehingga cenderung salah memahami dan menafsirkan.

“Memahami persoalan secara utuh itu penting, agar tidak ada pemotongan teks atau pidato sehingga salah dalam mengartikannya,” ujarnya. #

 

Ruangan komen telah ditutup.