Baliho Tolak Riba Diturunkan Pemkab Cilacap Tanpa Alasan Jelas

SatuNusaNews – Baliho besar anti riba yang membentang di Jalan S Parman Kota Cilacap diturunkan Satuan Pamong Praja Pemkab Cilacap Kamis (08/06) kemarin.

Baliho yang dianggap bermasalah tersebut berisi kutipan dari Al -Quran surat Al Baqarah ayat 275: “Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Di bagian tengah baliho bertuliskan “Laknat ALLAH bagi pelaku riba”. Sementara di bawah kalimat utama bertuliskan ‘Mumpung Ramadhan mari bertaubat”.

Baliho tersebut baru terpasang sehari, oleh komunitas pengusaha Muslim yang tergabung dalam Indonesia Islamic Business Forum (IIBF).

Seperti dikutip dari Serayunews, Tri Siswanto mengaku sudah mengantongi izin pemasangan baliho dari Dinas Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKAD) Cilacap. Seyogyanya baliho tersebut terpasang selama satu bulan sesuai izin yang diberikan.

“Tidak ada pemberitahuan sama sekali, memang di baliho tersebut tidak ada nomor kontak yang bisa dihubungi. Tapi saat kita mengajukan perizinan dan melakukan pembayaran ada nomor yang kita cantumkan,” kata Bagdo.

loading...

Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap Ditiasa Pradipta menjelaskan, penurunan baliho tersebut atas dasar laporan dari masyarakat kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Menurut laporan yang diteruskan ke Satpol PP untuk ditindaklanjuti, pihak pemasang baliho belum mengajukan ijin ke Badan Kesbangpol Kabupaten Cilacap.

“Jadi informasi yang kita terima, ijin dari baliho dari Badan Kesbangpol belum keluar. Sehingga kita hanya menindaklanjuti untuk mencopot baliho tersebut,” jelasnya.

Dikatakakannya, perintah penurunan tersebut juga berdasarkan rekomendasi dan kesepakatan Forum Komunikasi Pimpindan Daerah (Forkompinda). Pasalnya, materi pada baliho dinilai kurang berkenan. Terkait dengan pemberitahuan, Ditiasa mengaku tidak mendapati ada nomor kontak yang tertera pada baliho itu.

“Dasarnya materi atau konten yang disampaikan baliho tersebut kurang berkenan, sehingga kami (Satpol PP) mendapat perintah dari Forkompinda untuk menurunkan. Dari petugas saya di lapangan melaporkan, pada baliho tidak ada nomor yang bisa dihubungi ” ujarnya.

Sementara itu Bagdo menilai keberatan itu kurang bisa diterima IIBF. Alasannya materi baliho tidak berisi tendensi kepada pihak ataupun golongan tertentu. Pemilihan kata juga mengutip dari ayat suci Al Quran. Selain itu, momen Ramadhan juga menjadi dasar pihaknya menyiarkan tolak riba.

“Kata-kata tersebut dikutip dari Al Quran. Tidak ada tendensi apapun, apakah itu kepentingan politik, SARA yang akhir akhir ini menjadi isu. Kita hanya menyiarkan tolak riba,” jelasnya.

Bagdo membandingkan dengan materi baliho tempat hiburan dan karaoke yang dalam kurun dua tahun terakhir marak di jalan jalan utama Kota Cilacap. Meski ilustrasi dalam materi tidak terlalu vulgar, tetapi tidak ada pihak yang mempersoalkan. Pemerintah Kabupaten Cilacap, Bagdo menambahkan, tetap mengizinkan baliho iklan hiburan malam tersebut. “Baliho iklan hiburan malam diizinkan, sedangkan baliho kami seruan Ramadhan yang mengutip ayat Al Quran diturunkan,” tegasnya.

Bagdo dan Tim IIBF berencana mendatangi Badan Kesbangpollinmas dan Satpol PP untuk mempertanyakan kebijakan penurunan baliho tersebut. “Rencananya akan kami akan tanyakan kembali ke dinas atau instansi terkait,” ungkapnya. #

Facebook Comments
Authors
Top