Lecehkan Ajaran Islam, Megawati Dilaporkan ke Polisi

megawati

SatuNusaNews – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penodaan ajaran Islam. Pidatonya pada HUT PDIP ke-44 dianggap oleh Baharuzzaman mewakili LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama telah melecehkan ajaran agama Islam.

Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim polri dengan nomor laporan LP/27/1/207 Bareskrim tanggal 23 Januari 2017. Terlihat dengan jelas nama Megawati Soekarno Putri sebagai pihak terlapor.

laporan kepada Megawati

Surat tanda terima laporan kepada Megawati Soekarno Putri dengan tuduhan penistaan ajaran agama Islam

Polri melalui Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto membenarkan perihal adanya laporan dari LSM yang  melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tersebut. Mega dilaporkan atas tuduhan penodaan terhadap agama dalam pidatonya di acara HUT PDIP ke-44.”Terlapor ibu Megawati diduga telah mengeluarkan kata-kata yang intinya menurut si pelapor melakukan penodaan agama,” kata Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (24/01).

Menanggapi laporan tersebut, menurutnya penyidik akan menindak lanjutin seperti laporan-laporan pada umumnya. Bahwa akan dilakukan proses verifikasi, meminta keterangan baik dari pelapor, terlapor, dan juga para ahli.

Baca Juga  Fahri Hamzah: Percepat Kasus Ahok untuk Akhiri Ketidakpastian

Akan tetapi saat ditanyakan kapan tepatnya akan dilakukan pemanggilan kepada mantan Presiden RI tersebut, Rikwanto belum bisa memastikan. Alasannya karena akan meminta keterangan dari sejumlah ahli terlebih dahulu.

“Pada waktunya (dipanggil), cuma belum kita tahu kapan, karena memang dibutuhkan saksi ahli, termasuk saksi bahasa,” kata dia.

Di tempat terpisah, Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Novel menantang keberanian polisi terkait pelaporan terhadap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Megawati dilaporkan LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama atas dugaan penodaan terhadap agama.

Novel mengatakan, polisi harus berani mengusut pelaporan yang telah dilayangkan anggota LSM tersebut. Karena, menurut dia, hal itu akan menunjukkan bahwa Polri benar-benar bekerja secara profesional dalam menangani sebuah kasus.

“Ya wajib berani Polri usut itu (terlapornya Megawati),” ujar Novel seperti dikutip Republika, Selasa (24/01).

Novel berharap pihak kepolisian juga tidak tebang pilih dalam pengusutan sebuah kasus. Kata dia, polisi tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap hukum. “Polisi jangan diskriminasi terhadap penegakan hukum,” kata Novel.

Baca Juga  Pembobol Bank Danamon Meulaboh Tertangkap

Novel menegaskan bahwa di Indonesia tidak ada seorang pun yang kebal terhadap hukuman. Karena itu, polisi harus tegas dan tak pandang bulu. “Enggak ada yang kebal hukum di negara hukum ini,” kata Novel. #

Facebook Comments
Authors

Related posts

Top