Demo Besar Umat Islam Tuntut Ahok, Jakarta Seperti Siaga Satu

SatuNusaNews – Rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan berbagai komponen umat Islam menuntut proses hukum penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahajapurnama atau yang biasa dipanggil Ahok menjadikan ibukota serasa dalam kondisi siaga satu.

Pantauan di lapangan sejak subuh personil kepolisian dibantu prajurit TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mulai bersiaga di berbagai titik krusial di ibukota.

“Demo GMJ, perkiraan lima ribu sesuai pemberitahuan. Personel yang disiapkan 3.592 personil Polri dibantu TNI, Satpol PP dan Dishub,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono, kepada wartawan, Jumat (14/10/2016).

Ahok Penistaan Islam

Personil disiagakan mengamankan demonstrasi menuntut Ahok atas penistaan Islam.

Jumlah personil yang disiagakan berbeda sebagai mana disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Suyatno. Suyatno mengatakan personil yang disiagakan berjumlah 8.380 orang.

Demo sendiri sedianya akan dilaksanakan selepas pelaksanaan shalat Jumat. Konsentrasi massa diperkirakan berada di sekitar wilayah Monas, depan Patung Kuda Indosat, dan Masjid Istiqlal.

Baca Juga  Tak Hadiri Rapat Konsolidasi, Fahira Idris Anggap Ahok Hina DPD RI

Selain di depan Balai Kota, massa juga akan berunjuk rasa di depan kantor Bareskrim Polri, yang kini berada satu gedung di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat.

Kemungkinan aksi ini, akan mengakibatkan arus lalu lintas di sekitar Masjid Istiqlal dan Monas akan mengalami gangguan. Terlebih, massa berencana melakukan aksi longmarch usai Salat Jumat dari Masjid Istiqlal menuju Balai Kota.

Kombes Awi Setiyono menjelaskan, peserta aksi unjuk rasa akan memulai aksi setelah melaksanakan ibadah shalat Jumat.   Mereka akan bergerak menuju Kantor KKP untuk berorasi. “Setelah itu menuju Balai Kota DKI Jakarta di Jalan Merdeka Selatan dan finish di patung kuda depan gedung Indosat,” tambahnya.

Umat Islam di Indonesia marah besar atas ucapan Ahok yang mengatakan kepada warga yang tidak bisa memilih dirinya karena dibohongi dengan menggunakan dalil Al Maidah ayat 51. Ucapan Ahok di Kepulauan Seribu ini menimbulkan reaksi umat Islam yang kemudian melaporkannya ke kepolisian atas sangkaan penistaan agama.

Sangkaan ini juga diperkuat dengan keluarnya pernyataan MUI bahwa Ahok terbukti telah melakukan penistaan ajaran agama Islam, khususnya pada kitab suci Al Qur’an. #

Baca Juga  Fadli Zon: Hak angket untuk Menkum HAM masih dibahas tingkat fraksi
Facebook Comments
Authors

Related posts

Top