Kedok CIA dalam Kudeta Turki Mulai Terkuak

168

SatuNusaNews – Kecurigaan pemerintahan Erdogan atas keterlibatan aktif AS dalam kudeta yang gagal di Turki mulai terbuka bukti-buktinya. Adalah Jenderal Purn. John F. Campbell, mantan komandan NATO di Afghanistan disebut surat kabar Yeni Safak sebagai koordinator sekaligus penggelontor miliaran dollar untuk operasi militer penggulingan pemerintahan Erdogan lalu.

Dalam laporannya, Yeni Safak menuliskan bahwa Jenderal Purn. John F. Campbell menggunakan jaringan CIA untuk koordinasi jalannya kudeta. Campbell juga diketahui telah mengatur aliran dana lebih dari 2 miliar dolar AS melalui transaksi di UBA Bank di Nigeria ke personel prokudeta.

“John F. Campbell (59 tahun) adalah salah satu petinggi yang mengorganisasikan dan mengatur tentara saat kudeta gagal di Turki,” tulis Safak.

Campbell juga melakukan perjalanan rahasia ke Turki sebanyak dua kali sejak Mei untuk membicarakan kudeta.

Sebelumnya, pemerintah Erdogan menuding kelompok Fethullah Gulen telah merancang kudeta dengan melibatkan banyak pihak, termasuk tentara dan hakim.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengingatkan, Senin, hubungan AS dan Turki akan terganggu jika Washington tak mau mengekstradisi Gulen.  AS mengatakan, mereka akan mengekstradisi Gulen jika ada bukti yang cukup jika pendiri Hizmet itu berada di balik kudeta.

Yeni Safak menyebut Campbell yang juga jenderal AS itu melakukan pertemuan rahasia di pangkalan militer Erzurum dan Incirlik di Turki.

“Uang jutaan dolar telah ditransfer dari Nigeri ke Turki oleh personel CIA. Uang itu didistribusikan untuk meyakinkan jenderal prokudeta. Setelah mengambil uang, tim CIA menyerahkannya ke teroris berpakaian militer,” tulisnya seperti dikutip Republika.

Ibrahim Dogus, direktur Centre for Turkey Studied and Development di London mengatakan, pemerintahan Turki dan Presiden Erdogan menggunakan laporan ini untuk menekan AS agar mengekstradisi Gulen.

“Presiden Erdogan telah berupaya keras untuk memburu jaringan ini, mereka yang loyal terhadap Gulen,” ujarnya. Belum ada tanggapan dari Campbell soal laporan ini.

Presiden Erdogan mengatakan, sebanyak 12.165 orang telah ditahan terkait dengan kudeta. Mereka yang ditahan 8.838 tentara, 2.101 hakim dan jaksa, 1.485 polisi, 52 otoritas lokal serta 689 warga sipil. #

Comments
Loading...