Dianggap Membebani Negara, Jokowi Akan Pecat 1 Juta PNS

161

SatuNusaNews – Pemerintahan Jokowi kembali mengeluarkan rencana yang dianggap memberatkan rakyat, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah memasang target pemecatan 1 juta abdi negara hingga 2019, artinya setidaknya 330 ribu orang akan menjadi pengangguran produktif setiap tahunnya.

Usai Kampanye Layanan E-Filing dan E-Billing, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro secara lebih spesifik menjelaskan dampak pengurangan jumlah abdi negara terhadap anggaran belanja pegawai negeri sipil. Saat ini, basis aparatur negara sebanyak 4,5 juta, dan rencananya dipangkas menjadi 3,5 juta hingga 2019.

“Itu (dampak pengurangan pegawai negeri sipil) dihitung dulu. Kita tunggu proposalnya dari Menteri PANRB,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Plaza Sarinah, Jakarta, Ahad (29/05/2016) seperti dikutip Liputan6.

Sayangnya, ‎Menkeu Bambang belum menghitung penghematan anggaran belanja pegawai dari pemecatan 1 juta PNS tersebut. Namun sebagai Bendahara Negara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menyiapkan pesangon bagi pegawai negeri sipil yang dirumahkan.

“Penghematannya kurangi saja 1 juta PNS dikali jumlah gajinya. Tapi kan harus ada semacam pesangon atau golden shake hand. Berapa pesangonnya, nanti kita lihat,” tegasnya.

Menurutnya, pengurangan 1 juta abdi negara tersebut diyakini tidak akan mengganggu pelayanan publik oleh aparatur negara. Sebab, sambung Bambang, pemangkasan dilakukan untuk fungsi unit yang bisa digantikan sistem teknologi informasi.

“Kalau kita kan buruh untuk penerimaan (PNS), seperti Pajak dan Bea Cukai,” ujar Bambang.

Dia menyadari bahwa Kemenkeu tak lepas dari pemangkasan jumlah pegawai negeri sipil tersebut. Namun beruntung, instansi ini sudah menerapkan teknologi informasi sehingga masih dapat terbantu meskipun ada pengurangan PNS. “Mungkin kita ada pengurangan PNS terutama di bidang-bidang yang bisa digantikan sistem IT,” tandasnya. #

Comments
Loading...