Jampidum: Silahkan Saja Penyidik Tetap Lakukan Penyidikan Optimal

128

SatuNusaNews – Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Nur Rahmat mengatakan, pihaknya tetap menghormati kewenangan Polisi dalam menetapkan penyidikan optimal pada kasus penipuan dan penggelapan proses pengalihan saham hotel BCC, Batam dengan tersangka Tjipta Fujiarta. “Ya silahkan saja (bila mau menetapkan penyidikan optimal), karena itu kan kewenangan mereka (penyidik)” kata Jampidum, Senin (21/3).

Menurut Jampidum, bila sudah dilakukan penyidikan optimal, pihak Kejaksaan sesuai mekanisme hukum acara bisa melakukan penyidikan tambahan. “Namanya saja sudah optimal, jadi tidak ada lagi berkas dinyatakan lengkap,” katanya. Baru setelah dilakukan penyidikan optimal, penyidikan tambahan tersebut dilakukan oleh pihak penuntut umum. Penyidikan tambahan dilakukan penuntut umum, untuk melengkapi alat bukti yang tidak terpenuhi oleh Penyidik.

Meskipun demikian, lebih lanjut menurutnya, dalam menetapkan penyidikan optimal tersebut, penyidik sudah betul-betul meyakini dan bersikap profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya. “Apakah benar-benar, penyidikan yang dilakukan sudah optimal. Apakah memang petunjuk yang diberikan sudah tidak bisa lagi dipenuhi,” tegas Nur Rahmat.

Memang, penyidikan berkas perkara penipuan dan penggelapan Hotel BCC dengan tersangka Tjipta Fujiarta yang telah berulangkali dilimpahkan penyidik Bareskrim, kerap dikembalikan Jaksa peniliti disertai petunjuk yuridis. Namun, berulangkali pula, petunjuk tersebut urung dipenuhi. Sehingga berkas tidak kunjung dinyatakan lengkap. Padahal, dua kali sidang gugatan praperadilan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memerintahkan penyidik Polri untuk melanjutkan perkara ini. Salah satu solusi yang berlaku dalam hukum acara adalah dengan melakukan penyidikan optimal oleh penyidik. # (Ydi)

Comments
Loading...