Mengenal Manor Racing, Tim F1 Rio Haryanto

Rio Haryanto Manor Racing

SatuNusaNews – Tim balap Formula 1 bertitel Manor Racing Team memang tidak terlalu populer di ajang balap paling bergengsi di muka bumi. Namun akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan hangat setelah salah seorang pembalap terbaik Indonesia, Rio Haryanto, diberi kesempatan menjajal panasnya trek jet darat tersebut melalui tim tersebut.

Keikutsertaan Rio Haryanto dalam ajang balap mobil F1 menjadikan Indonesia menjadi negara Asia kelima yang pernah menjajal balap mobil paling bergengsi ini. Apalagi pada awalnya berbagai dukungan dari negara melalui Presiden Jokowi yang telah bertemu langsung dengan Rio Haryanto. Namun dukungan tersebut tak kunjung menjadi kenyataan hingga menjelang detik-detik akhir penentuan peserta balap seluruh tim F1.

Manor Racing Team sendiri berdiri sejak 1990 berpusat di Inggris. Namun keterlibatannya di ajang Formula 1 sejak 2010, dengan nama Virgin Racing dengan pensuplai mesin Cosworth. Tahun 2012 hingga 2014 berganti nama menjadi Marrusia F1, dengan menggunakan mesin buatan Ferrari. Di ajang F1 2015, tim ini berganti nama kembali menjadi Manor Marrusia masih dengan mesin buatan Ferrari.

Mengikuti musim balap 2016, tim ini kembali berganti nama menjadi Manor Racing, dan untuk dapur pacu mempercayakan mesin buatan Mercedes. Di balapan musim inilah, Rio Haryanto dipercaya menjadi salah seorang punggawanya.

Tim ini memang bukan tim kaya, karena minim prestasi sehingga kesulitan mendapatkan sponsor untuk mendanai pembangunan mobil balapnya. Tahun 2014, Manor sempat dinyatakan pailit hingga Stephen Fitzpatrick menyuntikkan dana sebesar 30 juta Poundsterling untuk membiayai tim ini. Sebelumnya Fitzpatrick harus merogoh kocek sebesar 500 ribu Poundsterling untuk menebus tim ini.

Dalam sejarah F1, tim ini nyaris tak pernah mendapatkan poin. Satu-satunya pembalap yang berhasil mencapai garis finish dengan poin hanyalah Jules Biachi. Namun sayang, sang pembalap meninggal dunia pada 17 Juli 2015 akibat cedera parah pada kecelakaan fatal di GP Jepang pada 5 Oktober 2014. #

Facebook Comments
Authors
Top