Inikah Sosok Aznil Yang Memaki Walikota Payakumbuh dengan Sebutan Bajingan?

SatuNusaNews – Seorang pengguna Facebook dengan akun Amril Mulyadi mengaku mengenal sosok Aznil yang memaki Walikota Payakumbuh dengan sebutan Pemimpin Bajingan. Dalam komentarnya di video yang diunggah Aznil, Amril Mulyadi menertawakannya dan menyebut kalau itu dilakukan agar ia terkenal. 

“Hahahaha…..mantap……ternyata keinginan dari Aznil, untuk sedikit terkenal cukup berhasil…..saya sebagai orang yang sekampung dengan nya hanya bisa tertawa……hahahaha……,” ledek Amril.

Screenshot_36Amril Mulyadi mengaku cukup mengenal sosok Aznil, seorang pemuda dari Nagari Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Aznil disebutnya telah 2 kali mencoba peruntungan menjadi wakil rakyat di DPRD Agam namun tidak pernah mendapat kepercayaan rakyat.

“Pada tahun 2004 dan 2009, Aznil maju sebagai caleg DPRD Agam. Hasil nya ? Dua kali maju, dua – dua nya GAGAL. Perolehan suaranya jauh dari harapan. Aznil GAGAL untuk menjadi orang berpangkat. Artinya apa ?????? Masyarakat kampung nya tak percaya pada dia. Kalau memang masyarakat percaya, kenapa dua kali maju sebagai Caleg selalu gagal???” tulis Amril.

Sosok kontroversial Aznil masih terjadi saat terjadi sengketa lahan antara PT Mutiara Agam dengan Yayasan Tanjuang Manggopoh yang berimbas pada masyarakat Tiku. Menurut pengakuan Amril Mulyadi, Aznil membentuk organisasi yang seolah-olah membela kepentingan rakyat, namun ternyata mengambil keuntungan dengan mendapatkan sejumlah uang dari perusahaan.

Baca Juga  Netizen Maki Walikota Payakumbuh dengan Sebutan Bajingan

“Kontrofersi Aznil berlanjut. Pada saat ada persoalan lahan antara PT Mutiara Agam dengan Yayasan Tanjuang Manggopoh yang berimbas pada masyarakat Tiku, Aznil membentuk organisasi yang tujuan nya katanya untuk membela tanah masyarakat Tiku. Disaat suasana sedikit heboh, Aznil malah menikung masyarakat, dengan mendekati pihak perusahaan. Informasi dari orang perusahaan, dia mendapat uang . Setelah itu dia kabur,” terang Amril.

Aznil juga disebut-sebut pernah melakukan pungli sebanyak Rp 15 juta kepada Kepala SMKN 1 Tanjung Mutiara, yang waktu itu dijabat oleh Drs. Kamroni pada saat pembangunan fisik gedung sekolah. Namun permintaan uang tersebut tidak digubris kepala sekolah.

“Beberapa waktu lalu, nama nya kembali jadi buah bibir di kampung, karena meminta uang dengan paksa 15 Juta kepada Kepala SMKN 1 Tanjung Mutiara, yang waktu itu dijabat oleh Drs Kamroni. Dia meminta uang, karena pada saat itu sekolah sedang membangun. Alasannya entah apa. Mungkin dia tokoh atau orang hebat, yang harus dikasi uang. Namun pihak sekolah tak mau memberi,” lanjut Amril.

Baca Juga  Netizen Maki Walikota Payakumbuh dengan Sebutan Bajingan

Menutup komentarnya, Amril mengajak para netizen untuk menggunakan akal sehatnya tentang sosok kontroversial Aznil. Terlebih setelah namanya semakin terkenal, khususnya di media sosial tanah air dengan memaki Walikota Payakumbuh dengan sebutan Pemimpin Bajingan.

“Sekarang, namanya dikenal karena menghina salah seorang Wali Kota di Media Sosial, yang kebetulan wali kota itu adalah kader partai lain.(Aznil adalah kader dari PDI Perjuangan). Siapakah Aznil ini ? Silahkan di jawab sendiri…….” tutupnya.

Aznil menjadi bahan pembicaraan setelah mengunggah sebuah video berdurasi 22 detik yang menunjukkan rombongan walikota Payakumbuh sedang beristirahat disela-sela kunjungan memantau wilayah yang terkena bencana banjir dan tanah longsor. Sayangnya, walau Aznil tak mengetahui pasti kenapa mereka tertawa, Aznil malah memaki sang walikota dengan sebutan Pemimpin Bajingan.

“Pemimpin bajingan itu, berleha-leha ditengah rakyatnya menderita. Pemimpin bajingan itu ketawa-ketawa ketika rakyatnya ditimpa bencana,” tulis Aznil di statusnya.

Kata bajingan sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan kata benda yang berarti penjahat atau pencopet. Bajingan juga bisa berarti kurang ajar (kata makian). #

Baca Juga  Netizen Maki Walikota Payakumbuh dengan Sebutan Bajingan

 

Facebook Comments
Authors

Related posts

Top