Walikota Padang Keluarkan Himbauan Larang Pemakaian Atribut Natal Bagi Muslim

138

- Advertisement -

SatuNusaNews – Walikota Padang, H. Mahyedi, SP mengeluarkan Himbauan terkait Natal dan Tahun Baru 2015. Salah satu poin yang disampaikan oleh H. Mahyedi adalah himbauan untuk kepada pelaku usaha tidak memerintahkan karyawannya yang beragama Islam mengenakan atribut Natal, seperti Topi Santaklaus.

Atribut_Natal_PadangBeberapa waktu lalu memang santer di media sosial adanya perusahaan di Kota Padang yang memerintahkan karyawannya untuk mengenakan atribut natal, yang paling populer adalah topi Santaklaus. Bahkan dari photo yang tersebar jelas terlihat seorang karyawati muslimah berjilbab terpaksa menggunakan topi santa tersebut.

Seorang pengguna media sosial Facebook Basuki Sastro Satijo memposting sebuah photo dan memberi keterangan pada photo tersebut. Dalam photo tersebut tampak dua lokasi usaha yaitu Maxindo Komputer dan Hotel Bumiminang yang memerintahkan karyawannya menggunakan atribut natal.

Menurutnya, bumi Minang yang berlanda ‘Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah’ telah tercoreng oleh para pengusaha di Padang karena dengan berani dan bangga mewajibkan karyawannya memakai topi sinterklas. Padahal karyawan yang bersangkutan adalah orang muslim.

Di Maxindo Komputer, jelas-jelas karyawati mereka berjilbab masih juga disuruh pakai atribut natal. Di Hotel Bumiminang, didapati seluruh karyawan juga memakai atribut yg sama. Salah satu ditanya, mereka asli orang Pariaman, Nagari Sungai Laban, dan beragama Islam.

Untuk meredam keresahan warga muslim khususnya yang di Kota Padang, H. Mahyedi, SP mengeluarkan himbauan bernomor 351.338/Kesra-2015 dimana isinya adalah:

  1. Menjaga ketentraman, kenyamanan, keamanan menjelang dan selama serta sesudah natal dan tahun baru 2016.
  2. Kepada pemilik mall, BUMN dan BUMD, serta usaha lainnya tidak menyuruh karyawan-karyawatinya yang muslim memakai atribut natal.
  3. Jauhilah perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan penyakit masyarakat seperti huru-hara, kebut-kebutan, judi, narkoba, minuman keras, maksiat yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dengan adanya himbauan tersebut, diharapkan mengurangi keresahan warga Padang yang kental dengan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari adat budayanya.

Sebagai mana diberitakan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghimbau agar non muslim yang merayakan natal tidak perlu mengajak masyarakat yang beragama Islam untuk ikut-ikutan merayakannya dengan menggunakan simbol yang dimaknai sebagai keyakinan kristiani.

“Menghormati dan menghargai keyakinan umat beragama yang berbeda tidak harus dengan meleburkan diri kepada perilaku atau simbol-simbol yang dimaknai sebagai keyakinan umat beragama tersebut,” kata Lukman Senin (14/12) di Jakarta.

Sebelumnya, Ketua Umum MUI Pusat KH Makruf Amin menyerukan kepada setiap perusahaan untuk tidak memerintahkan karyawan-karyawati yang beragama Islam untuk memakai atribut natal. “Kita sudah minta dan memberikan seruan agar jangan ada lagi memaksa Muslim memakai simbol natal termasuk Sinterklas,” kata Kiyai Makruf di Jakarta, Kamis (10/12) lalu. #

Comments
Loading...