Analisa Jurnalis Asia Times Terkait Teror Paris Perancis

147

SatuNusaNews – Seorang jurnalis Asia Times, Pepe Escobar menulis sebuah analisa terkait teror yang terjadi di Paris, Perancis.

Setelah membaca sangat banyak berkas laporan, saya menemukan bahwa berdasarkan info dari seorang warga Denmark, salah satu penyerang di kafe Paris adalah orang yg sangat profesional, berpakaian hitam kepala hingga ujung kaki, bawa AK-47, sangat terlatih. Ini bukan penampilan biasa orangnya al-Zawahiri (=pimpinan Al Qaida); ini penembak jitu. Orang satu ini meninggalkan tempat kejadian dengan bebas; dan bertentangan dengan klaim polisi Prancis, orang ini mungkin belum ditangkap. Selain itu, dia tidak memakai rompi bunuh diri.

Intel Perancis bersumpah mereka memonitor sedikitnya 200 warga Perancis yang kembali dari “Syria-Iraq”. Sungguh pekerjaan mereka buruk sekali. Padahal Paris adalah kota yang dikontrol ketat oleh polisi. Sungguh mengejutkan ada 8 orang (minimalnya) jihadis bisa berkeliaran di Jumat malam dengan bebas, dengan berpakaian seperti pembunuh profesional.

Para teroris memilih sebuah restoran Kamboja kecil, murah dan nyaman, di mana pelanggannya kebanyakan kaum muda. Mereka memilih tempat yang didatangi orang berbagai bangsa. Ini artinya para teroris telah meneliti secara berhati-hati tempat itu selama berbulan-bulan.

Kombinasi lokasi-lokasi pembunuhan yang mereka pilih pun sangat simbolik. Ada pertandingan Perancis-Jerman yang disaksikan oleh Presiden; di stadion di mana semua batasan etnis dan agama larut jadi satu. Pertandingan ini simbol sejati multikulturalisme.

Ada band Amerika yang sedang manggung di sebuah gedung konser yang penuh dengan kaum muda.

Ada juga kafe kelas menengah yang tenang, didatangi orang-orang muda yang bebas dan sekuler.

Pemilihan lokasi ini memiliki konsep dan terukur; dan dengan hati-hati telah dipetakan oleh orang Perancis sendiri (mungkin mereka jihadis yang kembali dari “Syria-Iraq”).

Waktu yang dipilih pun sangat krusial (penting). Teror ini tak lama setelah AS dan Inggris mengumumkan mereka telah melenyapkan Jihadi John (penjagal ISIS asal Inggris). Dan beberapa jam sebelum perundingan tentang Suriah di Wina.

Di status selanjutnya, Pepe menulis: “Kematian Kami Lebih Suci daripada Kematianmu” untuk menyindir sikap AS dan Uni Eropa yang mengutuk terorisme di Paris; tetapi diam saja saat ISIS mengebom Beirut awal pekan ini (40 warga sipil tewas dan 200 terluka). Penyebabnya adalah karena Beirut “basis” Hizbullah.

Comments
Loading...