Teror Bom Ankara untuk Merusak Demokrasi Turki

106

SatuNusaNews – Serangan bom bunuh diri menghajar Kota Ankara, Turki. Setidaknya 86 orang dinyatakan tewas. Serangan teror itu disebut Menlu Turki Mevlut Cavusoglu sebagai upaya menghancurkan nilai-nilai demokrasi Turki yang sudah berjalan.

Cavusoglu mengatakan, pihak berwenang Turki akan melakukan segala kemungkinan untuk mengidentifikasi pelaku bom Ankara. Namun ledakan bom Ankara merupakan aksi teroris dan provokasi.

Mengutip dari OkeZone, Cavusoglu juga tidak mengesampingkan bahwa seorang penyerang bunuh diri telah melakukan serangan teroris. Upaya penyidikan akan mengungkap motif sesungguhnya.

Menteri Kesehatan Turki, Mehmet Muezzinoglu menyatakan, 86 orang tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan jumlah korban luka mencapai 186 orang, termasuk 28 orang yang kini tengah menjalani perawatan intensif.

Saat ditanya mengenai langkah-langkah keamanan terhadap ruang publik yang ada di Turki, berkaca pada kejadian bom kembar yang baru saja terjadi, Menteri Dalam Negeri Turki mengatakan, pihak keamanan tetap bersiaga dan tidak ada pengurangan jumlah personel.

Menurut seorang pejabat keamanan senior Turki, dikutip dari SindoNews, bom kembar yang meledak di ibukota Turki, Ankara, dan menewaskan puluhan orang serta melukai ratusan lainnya adalah aksi bom bunuh diri.

Dua bom kembar meledak di kawasan persimpangan jalan di dekat stasiun kereta api di Ankara, Turki. Stasiun kereta api yang berdekatan dengan lokasi ledakan dikenal sebagai stasiun kereta api tersibuk di Turki. Saban harinya, stasiun itu melayani 181 kereta api. #

Comments
Loading...