Proyek Mubazir Program Bela Negara Kemenham

131

- Advertisement -

SatuNusaNews – Kementerian Pertahanan (Kemenham) meluncurkan sebuah program prestisius bertajuk Program Bela Negara. Apa lacur, program tersebut menuai beragam kritik, karena dianggap tidak masuk akal dan cenderung mubazir.

Pengamat politik Muhammad Huda mensinyalir adanya kepentingan tertentu dan tak lebih dari sekedar proyek satu pihak. Seperti dikutip dari Intelejen, Muhammad Huda mengatakan bahwa program bela negara sebenarnya sudah ada dan selalu diajarkan dalam banyak aktifitas antara lain sebagai contoh adalah di Gerakan Pramuka.

“Kalau bela negara wajib setiap warga di bawah 50 tahun, itu bentuknya seperti apa, terus dilantih militer. Nantinya ada dana yang dikeluarkan. Padahal lebih baik mengefektifkan program yang sudah ada. Setiap sekolah punya pramuka, pencak silat dan didalamnya dimasukkan materi bela negara,” ungkapnya Senin (12/10).

Muhammad Huda juga menyinggung pendanaan program tersebut. Menurutnya program tersebut terindikasi menghambur-hamburkan uang pada saat negara dalam keadaan ekonomi negara melemah. Huda mengatakan, bela negara itu tidak harus diartikan secara fisik. “Menang di olimpiade itu bagian bela negara. Komisi I harus memanggil Menhan. Ekonomi yang sedang melemah tidak usah ada proyek yang menghambur-hamburkan uang negara,” papar Huda.

Menurut Huda, Kementerian Pertahanan mengeluarkan kebijakan bela negara karena selama ini Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu banyak mendapat sorotan kinerjanya.

“Kinerja Ryamizard itu banyak disorot karena reformasi TNI seperti jalan di tempat, belum lagi masalah alutsista yang sudah lama tetapi masih dipakai, belum lagi munculnya bentrok antar TNI dan Polri. Ini yang harus diselesaikan terlebih dulu,” papar Huda.

Sebelumnya, Menhan Ryamizard Ryacudu menyampaikan bahwa program bela negara wajib dilakukan bagi warga yang berusia 50 tahun ke bawah. Kewajiban ini diamanatkan oleh UU.

“Ini menumbuhkembangkan cinta tanah air, rela berkorban, berupa latihan fisik dan psikis. Batasan umur 50 ke bawah, ini never ending process, sejak PAUD hingga perguruan tinggi,” urai Ryamizard dalam jumpa pers di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/10). #

Comments
Loading...