Program Bela Negara Karena Presiden Sering Dikritik?

113

- Advertisement -

SatuNusaNews – Ketua Kelompok Fraksi NasDem Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra menyatakan dukungan atas program bela negara yang dicanangkan kemenham. Aries juga mengemukakan alasan mengapa pemerintah dirasa perlu menggulirkan program bela negara. Salah satu poin yang ia sampaikan adalah karena seringnya presiden Jokowi mendapat kritik dan menjadi bahan olok-olok.

Dalam sebuah kesempatan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/10) anggota Komisi I dari Partai NasDem ini mendukung rencana Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu terkait program bela negara yang menargetkan 100 juta kader dalam kurun 10 tahun mendatang.

“Ini ide segar harus ditangkap, jangan dibunuh idenya,” kata Ketua Kelompok Fraksi NasDem Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/10) seperti dikutip Detik.

Menurutnya, ide itu bagus untuk menanggulangi degradasi moral. Indonesia butuh nilai yang menguatkan rakyatnya, mencakup nasionalisme. Hal ini terkait seringnya Presiden Joko Widodo dicibir rakyat karena dianggap tidak becus menjalankan amanahnya sebagai pengelola negara. Kritikan tersebut sering kali mengalir menjadi sebuah olok-olok.

“Karena terjadi degradasi moral, bagaimana Presiden menjadi bulan-bulanan, ini karena nasionalismenya tidak ada. Di Amerika Serikat mereka memanggil Mister President, tapi di Indonesia manggilnya Jokowi (bukan Pak Jokowi),” ujarnya.#

Comments
Loading...