Inilah Surat Pelarangan Idul Fitri Pemicu Kerusuhan

232

SatuNusaNews – Beredar surat pelarangan merayakan hari raya Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua. Surat pelarangan yang dikeluarkan oleh Badan Pekerja Wilayah Gereja Injili di Indonesia (GIDI) ini jelas melarang umat Islam di Kabupaten Tolikara merayakan Idul Fitri.

Surat bernomor 90/SP/GIDI-WT/VII/2015 itu menyebutkan bahwa pada tanggal 13-19 Juli di Kabupaten Tolikara akan dilaksanakan seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat internasional.

Dalam surat yang ditujukan kepada umat Islam tersebut jelas melarang perayaan Idul Fitri yang jatuh pada hari ini Jumat 17 Juli 2015. Umat Islam hanya boleh merayakan idul fitri di Kabupaten Wamena atau Jayapura.

Bukan hanya perayaan Idul Fitri, bahkan mereka juga melarang kaum muslimah menggunakan jilbab sebagai bagian pelaksanaan ibadah yang dijamin oleh negara.

Surat tersebut ditandangani oleh Ketua Wilayah Toli GIDI Pdt. Nayus Wena, S.Th dan sekretaris Pdt. Marthen Jibgga, S.Th., MA pada tanggal 11 Juli 2015.

Dengan adanya pelarangan perayaan Idul Fitri inilah kemudian umat kristiani menyerang dan membubarkan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di halaman Koramil 1702/JWY. Selain itu massa juga secara beringas membakar sebuah mushalla, sekitar 6 rumah dan 11 unit kios di sekitar lokasi. #

Comments
Loading...