Wali Songo Ternyata Lebih Dari 9 Orang

SatuNusaNews – Hampir seluruh masyarakat Indonesia dipastikan mengenal yang namanya WALI SONGO. Mereka adalah orang-orang pilihan yang bertugas untuk menyebarkan Agama Islam di Nusantara, khususnya Tanah Jawa. Mereka berjumlah 9 (sembilan) orang, setidaknya begitulah yang diketahui. Namun ternyata, Songo (sembilan, jawa) ternyata bukan menyebutkan jumlah orangnya, namun WALI SONGO itu adalah suatu dewan perkumpulan yang jumlahnya 9 orang, yang membawahi pulahan bahkan ratusan wali, namun yang saat  ini yang terdokumentasi lebih kurang 20 orang saja. Bisa jadi setelah mereka ada lagi para wali yang sejarahnya tidak terdokumentasi dengan baik. Islam nya tanah Jawa dan sebagian besar Nusantara adalah karena jasa mereka.

Menurut dari berbagai literaratur diantaranya Kitab Kanzul Ulum karya Ibnu Batuthah yang tersimpan di Istanbul, Turki, bahwa yang membentuk WALI SONGO ini adalah Sultan Muhammad I, Khalifah Ustmany. Sebenarnya penyebutan WALI SONGO ini sendiri berasal dari penyebutan masyarakat setempat dimana para WALI SONGO ini ditugaskan oleh Khalifah untuk menyebarkan Agama Islam di Nusantara.

Para Wali yang diutus itu adalah :

1. MAULANA MALIK IBRAHIM, asal Turki, ahli irigasi dan pemerintahan

2. MAULANA ISHAQ, asal Samarkan ahli pengobatan

3. MAULANA AHMAD JUMADIL KUBRO, asal Mesir

4. MAULAN MUHAMMAD AL MAGHROBI, asal Maroko

5. MAULANA MALIK ISRO’IL, asal Turki, ahli pemerintahan

6. MAULANA MUHAMMAD ALI AKBAR, asal Iran, ahli pengobatan

7. MAULANA HASANUDDIN, asal Palestina

8. MAULANA ALIYUDDIN, asal Palestina

9. SYEIKH SUBAKIR, asal Iran, ahli kemasyarakatan

Pada tahun 1419, Maulana Malik Ibrahim Wafat, maka beliau digantikan Oleh :

10. AHMAD ALI RAHMATULLAH (Raden Rahmat/Sunan Ampel) asal Champa.
Saat kedatangan Raden Rahmat juga ikut datang :

11. SANTRI ALI (Sunan Gresik) dan

12. ALIM ABU (Sunan Majagung).
Mereka berdua adalah bangsawan asal Champa. (Widji Saksono, 1995, Mengislamkan Tanah Jawa:Telaah atas Metode Dakwah Walisongo).

Pada tahun 1435, wafat MAULANA MALIK ISRO’IL dan MAULANA MUHAMMAD ALI AKBAR, lalu Khalifah MURAD II (1421 -1451) mengutus gantinya pada tahun 1436 yaitu :

13. SAYYID JA’FAR SHODIQ (Sunan Kudus) asal Palestina, ahli Fiqih. (Babad Demak karya Atmodarminto).

14. SYARIF HIDAYATULLAH (Sunan Gunung Jati – Cirebon) asal Palestina, ahli Strategi Perang. (Babad Tanah Sunda Babad Cirebon karya PS Sulendraningrat)
Pada tahun 1462, wafat Maulana Hasanuddin dan Maulana Aliyuddin, sementara itu Syekh Subakir pulang ke Persia dan Maulana Ishak berdakwah di Pasai. (Islam Dan Kristen Dalam Jangka Jayabaya Syekh Bakir)
Inilah periode dimana Khalifah tidak mengirim lagi utusannya untuk menyebarkan Agama Islam. Selah wafatnya 2 orang wali tersebut, maka para wali bersidang dan diputuskan orang masuk dalam keanggotaan WALI SONGO yaitu :

15. Raden MAKHDUM IBRAHIM (Sunan Mbonang), putra Sunan Ampel bermukim di desa Mbonang, Tuban.

16. Raden QOSIM (Sunan Drajat), putra Sunan Ampel bermukim di lamongan.

17. Raden PAKU (Sunan Giri), putra Maulana ISHAQ bermukim di Gresik.

18. Raden Mas SAID (Sunan Kalijogo), putra Adipati Tuban bermukim di Kadilangu, Demak.
Pada tahun 1465, wafat Maulana Ahmad Jumadil Qubro dan dan Maulana Muhammad Al Maghrobi tidak diketahui tahun berapa wafatnya. Pada tahun 1466 Sunan Giri memimpin sidang Wali Songo dan diputuskan untuk memasukkan 2 (dua) orang sebagai Anggota Wali Songo, yaitu :

19. Raden UMAR SAID (Sunan Muria), putra Sunan Kalijogo.

20. Sunan PANDANARAN (Sunan Tembayat), murid Sunan Kalijogo bermukim di Tembayat.
Sunan Muria dan Sunan Tembayat berstatus sebagai Wali Penerus, menurut Menurut kitab walisana karya Sunan Giri II.

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan juga, bagaimana peranan Khilafah Ustmany dalam penyebaran Islam di Nusantara dan tentu saja dikemudian hari Khalifah pada waktu itu telah beberapa kali mengirimkan Armada perangnya dalam mengusir Bangsa Eropa di Nusantara, yang pada akhinya berujung pada Kemerdekan bangsa Indonesia dari Penjajahan Bangsa Eropa (Belanda).

Perjuangan Bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari Agresi Bangsa Eropa TIDAK BISA dilepaskan dari Jihad umat muslim pada waktu itu. Kenapa disebut Agresi ? Karena sebelum kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara, Islam telah terlebih dahulu masuk dan telah ada Kesultanan Islam yang secara tidak langsung memiliki keterkaitan dengan Kekhalifahan Ustmany.

Kesultanan Islam ini menyebar di seluruh Nusantara. Mereka semua memiliki 1 (satu) keterkaitan, yaitu Islam dan penyebaran Islam ini adalah akibat peranan Khalifah Ustmany. Dan darah para Mujahid berada dibawah pondasi berdirinya Negara Republik Indonesia.

Catatan : Pembahasan mengenai Wali Songo disarikan dari berbagai sumber terutama MuslimDaily.net

Senin, 20 April 2015
Oleh : Rory Yunas

Facebook Comments
Authors
Top