Survei: Masyarakat Tidak Puas dengan Kinerja Jokowi-JK

SatuNusaNews – Enam bulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, mendapat penilaian yang masih rendah dari masyarakat.

“Tingginya ketidakpuasan publik itu masuk akal mengingat janji pemerintahan Jokowi-JK dalam mengimplementasikan program Nawacita belum maksimal,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).

Turunnya tingkat kepuasaan masyarakat terhadap pemerintah tersebut paling besar dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Survei yang dilakukan 23 hingga 31 Maret itu mengungkapkan kekecewaan publik terhadap kebijakan ekonomi pemerintah sebesar 66,6 persen, disusul dalam kebijakan hukum sebesar 55,6 persen, dan keamanan sebesar 50,7 persen.

“Hal tersebut disebabkan masalah kebutuhan pokok. Seperti naiknya harga BBM, rendahnya daya beli masyarakat. Sedangkan, di bidang hukum, tingkat ketidakpuasan publik mencapai 55 persen. “Kisruh KPK-Polri terjadi secara berkepanjangan dan membuat tingkat kepuasan publik menurun drastis,” ucap Hanta.

Disebutkan juga, pemerintahan Jokowi kurang baik dalam membangun komunikasi politik sehingga kurang terjalin koordinasi yang mampu menghasilkan komunikasi publik yang efektif.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden di 34 provinsi pada 23-30 Maret 2015 menggunakan metode multistage random sampling dengan cara tatap muka dengan tingkatan margin of error survei ini mencapai 2,9 persen “Survei dibiayai oleh Poltracking sendiri,” kata Hanta.

Facebook Comments
Baca Juga  Innalillah, Rejim Jokowi Mulai Menutup Website Islami
Authors
Tags

Related posts

Top