Spirit Bandung mengubah Masa Depan Jepang

SatuNusaNews – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengakui Spirit Bandung sangat membantu negaranya untuk dapat diterima komunitas internasional setelah  Perang Dunia II.

“Hidup dan biarkanlah hidup, itulah kutipan Presiden Soekarno yang lebih dikenal dengan Spirit Bandung yang memungkinkan bagi kami kembali memasuki komunitas internasional setelah Perang Dunia,” ujar Shinzo Abe pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di  Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (22/4).

Spirit Bandung yang melarang tindakan kolonialisme membantu negaranya bangkit dari efek Perang Dunia. Keterpurukan setelah peristiwa itu membuka peluang besar negara-negara lain membuka pintu kerjasama. “Untuk teman-teman yang telah merumuskan Spirit Bandung, saya sangat berterima kasih,” imbuhnya.

Spirit Bandung, membuat sejarah antara kedua benua terjalin dengan baik. Sudah saatnya bagi kita memperlihatkan persatuan kuat yang dibangun kedua benua Asia dan Afrika kepada belahan dunia lain.

Dalam pidatonya di Gedung Merdeka Bandung Senin 18 April 1955, Presiden Soekarno memberikan spirit pada 29 negara di Asia dan Afrika yang hadir pada KAA waktu itu.

Baca Juga  Solidaritas menjadi tema pada Karnaval Asia Afrika 2015

“Dunia kita yang malang ini terpecah belah, dan ternyata rakyat dari semua negeri berada dalam ketakutan, kalau-kalau di luar kesalahan mereka, serigala-serigala peperangan akan lepas lagi dari rantainya,” kata Bung Karno dalam pembukaan KAA,  tahun 1955.

Saat itu, kebanyakan negara peserta KAA merdeka setelah Perang Dunia II berakhir. Mereka bersatu mengempaskan penjajahan.Negara-negara yang tidak mengikuti KAA 1955 pun ikut mendapatkan spirit dalam tema gerakan antikolonialisme.

Facebook Comments
Authors
Tags , ,

Related posts

Top