Setelah Media Islam Online, Kini ROHIS Mulai Dituduh Sarang Teroris

rohis dituduh terorisSatuNusaNews – Semakin aneh-aneh saja apa yang terjadi di negeri ini. Negeri yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia ini malah menjadikan Islam sebagai musuh. Berbagai label disematkan pada aktifis Islam. Setelah media Islam online diblokir, kini ROHIS (Kerohanian Islam) di sekolah-sekolah mulai dituduh sebagai sarang teroris.

Adalah Bonar Tigor Naipospos Wakil Direktur SETARA INSTITUT yang menjadi corongnya di Indonesia Morning Show Net Tv pagi tadi, Kamis (02/04). Ia menyampaikan bahwa dari hasil riset yang dilakukannya di 76 Sekolah di Jakarta dan 38 Sekolah di Bandung didapatkan data bahwa 75% pelajar tahu apa itu ISIS dan di antara mereka yang tahu ttg ISIS tersebut, beberapa siswa menyetujui apa yang diperjuangkan oleh ISIS.

Hal yang cukup menarik perhatian, dari diskusi singkat tersebut adalah keinginan dari SETARA INSTITUT agar Kemendikbud mengevaluasi kegiatan sekolah yang dinamakan ROHIS. Karena menurut Bonar, ROHIS inilah yang ia pandang sebagai tempat persemaian bibit-bibit radikalisme dan fundamentalisme di Indonesia.

Terang saja pandangan Bonar sangat tidak intelektual, bahkan cenderung pendapat pribadi yang benci dengan Islam. Bagaimana ia bisa menghubungkan siswa yang tau dengan ISIS lalu mengeneralisir bahwa ROHIS adalah cara kelompok radikal melakukan rekrutasi. Padahal, dalam prakteknya ROHIS mengajarkan bagaimana menjadi Muslim yang baik yang mencintai Allah dan RasulNya juga menjadi Muslim yang baik yang mencintai sesamanya serta banga negaranya.

Baca Juga  Komisi I DPR RI: Menkominfo Harus Terbuka Soal Pemblokiran Media Islam

Rasanya terlalu naif kalau sampai Kemendikbud serta merta melakukan pengawasan melekat pada ROHIS, apalagi bila sampai membekukannya. ROHIS ini adalah organisasi yang memiliki banyak kegiatan positif bagi pembentukan kepribadian anak muda Muslim Indonesia yang beriman, bertaqwa, dan tetap mencintai Indonesia.

Namun data yang dipaparkan Bonar justru berbalik dengan yang pernah ia sampaikan sebelumnya bahwa hanya 7,2% yang setuju dengan ISIS. Sebagai mana dikutip dari tempo.co bahwa Setara Institute mengadakan survei tentang persepsi siswa sekolah menengah atas tentang toleransi beragama dan radikalisme. Hasil survei menunjukkan satu dari 14 siswa ternyata setuju dengan gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

Dari 684 responden yang mengikuti survei, 7,2 persen mengatakan tahu dan setuju dengan paham ISIS. Hasil ini tidak mengagetkan. Sebab, dalam survei yang sama, 16,9 persen siswa mengenali ISIS sebagai lembaga yang sedang memperjuangkan pendirian negara Islam di dunia.

Ketidakkonsistenan data tersebut terang saja bermuara pada kecurigaan berbagai pihak bahwa ketakutan pada Islamlah yang menjadi dasar pernyataannya, bukan hasil survey yang semestinya bisa dibuktikan secara ilmiah dan bertanggungjawab.

Facebook Comments
Authors

Related posts

Tinggalkan Balasan

Top