Presiden Mengaku Ditipu Menteri Keuangan?

Bambang-Brodjonegoro-Menteri-Keuangan-RISatuNusaNews – Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta Minggu (0504) lalu, Jokowi mengaku telah ditipu oleh Menteri Keuangan atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan. Dalam Perpres tersebut, Presiden Jokowi menaikkan uang muka pembelian kendaraan menjadi Rp 210,890 juta. Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2010 yang mengalokasikan tunjangan uang muka sebesar Rp 116.650.000.

Seperti yang dilansir dari Kompas, Presiden mengatakan bahwa tidak mungkin presiden memeriksa satu-persatu dokumen yang ia tandatangani. Kesibukannya menyebabkan presiden tidak bisa memeriksa dokumen yang ditandatangani, karena percaya bahwa dokumen tersebut telah dibahas dan ia setujui sebelumnya.

“Tidak semua hal itu saya ketahui 100 persen. Artinya, hal-hal seperti itu harusnya di kementerian. Kementerian men-screeningapakah itu akan berakibat baik atau tidak baik untuk negara ini,” ujar Jokowi saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (05/04).

“Apakah saya harus cek satu-satu? Berarti enggak usah ada administrator lain dong kalo presiden masih ngecekin satu-satu,” kata dia.

Baca Juga  Jokowi Baiknya Belajar dari Mantan Presiden Indonesia Sebelumnya

Dia pun menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang melibatkan uang negara yang besar seharusnya dibahas dalam rapat terbatas atau rapat kabinet.

“Tidak lantas disorong-sorong seperti ini,” ucap dia.

Dari pernyataan tersebut jelas terbaca bahwa presiden ingin menyampaikan bahwa Perpres yang telah ia tandatangani tersebut diluar sepengetahuannya. Sebagai presiden yang tidak membaca dokumen yang ia tandatangani, jelas bahwa Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro telah melakukan tindak penipuan karena menyodorkan dokumen yang tidak diketahui presiden sebelumnya.

Facebook Comments
Authors

Related posts

2 Comments

  1. paidjo said:

    wah presiden pejabat eksekutip tertinggi do repiblik indonesia kok omongnya kaya pesuruh aja, ingat tanda tangan kamu, berarti kamu bertangging jawab!!!!…mosok sudah separah itu negeri ini,

  2. Pro Rakyat said:

    Komentarnya Bapak Presiden Negara Indonesia gak cerdas..
    Ngono iku ta sing disebut Presiden??!!

Tinggalkan Balasan

Top