Prabowo : Demokrasi di Indonesia terancam

SatuNusaNews – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia sedang terancam. Menurutnya, demokrasi sedang terancam akan disandera, diperkosa, bahkan akan dirusak dengan politik uang.

“Kita tidak usah berpura-pura tanya sama anak buah kita, kalau mau jadi Bupati, Walikota berapa puluh miliar? Jadi Gubernur butuh berapa ratus miliar untuk dihabiskan? Ini yang berbahaya, karena mereka ingin menguasai kedaulatan NKRI,” ujar Prabowo di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Rabu 8 April 2015.

Prabowo menanyakan kepada seluruh kader partai Gerindra yang hadir. Apakah mereka takut dengan preman-preman yang mengancam demokrasi? Serentak para kader-pun menjawab tidak.

Menurutnya, jika ada kawan Koalisi Merah Putih atau sekutu tersentuh, maka seluruh Gerindra akan tersentuh. Tak lupa ia berharap dan mengimbau agar kader KMP tidak tersandera preman-preman bayaran.

“Kami ingin kesejukan tapi tolong jaga hukum. Kalau Anda robek-robek hukum, Anda harus hadapi risiko. Siapa yang menabur angin dia yang akan menuai badai,” katanya.

Mantan Pangkostrad ini  juga mengaku sudah menginstruksikan kepada kader Gerindra yang duduk di parlemen untuk tetap mendukung pemerintahan dan jika memang sudah keluar jalur, KMP harus bertindak meluruskan pemerintahan sesuai dengan norma – norma PANCASILA.

Baca Juga  Prabowo : "Kepentingan Rakyat dan Bangsa Yang Utama."

Indonesia butuh persatuan dan keutuhan, tetapi tidak boleh jadi penakut. “Tidak boleh menjadi kambing yang disuruh-suruh, harus berani menegakkan keadilan, kebenaran dan kejujuran,” tandasnya saat berpidato di acara Pelantikan pengurus Pusat Partai GERINDRA.

Facebook Comments
Authors
Tags

Related posts

Tinggalkan Balasan

Top