NasDem Cabut Dukungan Hak Angket Untuk Ahok

Partai NasDem mencabut dukungan hak angket untuk menyelidiki Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ketua Fraksi Nasdem Bestari Barus membeberkan alasan mundur dari angket tersebut.

“Kalau ada orang salah ditanya sebelum dia diberikan sanksi, kawan DPRD melupakan untuk juga memanggil gubernur yang membuat saya dan kawan-kawan semakin menjauh dari angket itu,” kata Bastari saat dalam acara di stasiun televisi swasta, Selasa (7/4/2015).

Bastari mengatakan penyampaian informasi tidak terbuka kepada masyarakat. Gubernur tidak diundang oleh panitia angket yang dilaporkan dalam rapat paripurna. “Yang disesalkan adalah mengapa gubernur tidak diundang dalam proses penyelidikan selama hak angket, padahal jaraknya hanya dua langkah di belakang, itu mungkin yang membuat kita berpikir seribu kali untuk ikut nanti katakanlah hak menyatakan pendapat,” ujar Bastari.

Sebelumnya, panitia angket DPRD DKI menyimpulkan Gubernur DKI Jakarta Ahok melanggar undang-undang terkait mekanisme pembahasan RAPBD DKI 2015, dan melanggar sumpah jabatan terkait etika pejabat publik.

Ketua Tim Angket DPRD DKI, Ongen Sangaji, menginginkan Ahok dapat sanksi tegas. Ia tidak ingin hasil penyelidikan terhenti di sidang paripurna.

“Sangat jelas, gubernur dengan sengaja melanggar undang-undang mengirimkan RAPBD 2015 yang bukan hasil pembahasan bersama. Tim angket meminta ketua DPRD menindaklanjuti,” kata Ongen, usai paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).

Facebook Comments
Authors
Tags

Tinggalkan Balasan

Top