KAA Harus Jadi Momentum Palestina Merdeka

SatuNusaNews – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Din Syamsuddin, berpendapat bahwa forum Konferensi Asia Afrika (KAA) harus benar-benar bermanfaat bagi negara-negara peserta, tak hanya bersifat seremonial. Forum itu harus menghasilkan solusi bagi permasalahan negara masing-masing maupun kawasan Asia dan Afrika, khususnya momentum bagi kemerdekaan Palestina.

Mengutip dari Viva, Forum KAA harus menghasilkan solusi bagi perang abadi antara Israel dengan Palestina. Kalau perlu, forum KAA harus menjadi prakarsa kemerdekaan Palestina.

“Dukungan pemerintah Indonesia selama ini sudah sangat signifikan, sudah waktunya ditingkatkan menjadi desakan untuk kemerdekaan Palestina,” kata Din kepada wartawan seusai menjadi nara sumber pada sebuah diskusi publik di Surabaya, Selasa (21/04).

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai bahwa menciptakan kedamaian abadi dan mengenyahkan segala bentuk penjajahan di muka bumi telah menjadi amanat konstitusi.

“Kemerdekaan Palestina harus diakui dunia. Indonesia harus mendukung penuh,” katanya.

Din mengaku tidak memungkiri bahwa solusi konflik antara kedua negera itu bakal menuai banyak kontroversi. Sebagian mengusulkan solusi dua negara, yakni Palestina dan Israel agar hidup berdampingan secara damai. Sebagian lagi mengusulkan hanya ada negara Palestina.

Baca Juga  Komisi I: KAA Momentum Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Menurut Din, usulan terakhir tak realistis dan berpotensi melestarikan perang kedua negara sehingga konflik tak pernah terdamaikan. Solusi dua negara lebih realistis meski ada pihak-pihak yang dirugikan. Tetapi solusi itu diyakini dapat mengakhiri konflik bersenjata yang terjadi selama ini.

“Dua negara tetap ada, batas-batasnya sekarang yang harus disepakati. Seperti sebelum awal perang di tahun 1947. Bagaimana ibu kota atau menetukan Kota Yerusalem menjadi kota suci tiga agama,” Din berargumentasi.

Dia mengaku khawatir jika konflik kedua negara itu terus berkembang tanpa henti, berpengaruh pada dunia lain, termasuk dunia Islam. “Termasuk radikalisasi dunia Islam yang bermunculan,” katanya. #

Facebook Comments
Authors

Related posts

Top