Jangan-jangan Pidato Jokowi ………

SatuNusaNews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (22/4). Saat menyampaikan pidato pembukaan,Jokowi sangat percaya diri dan sangat kritis, Jokowi menyindir lembaga-lembaga internasional yang dinilainya tidak menjadi jawaban ketimpangan negara-negara di dunia.

Bahkan menurut Jokowi, sudah saatnya membuang jauh-jauh anggapan yang mengatakan hanya tiga lembaga moneter itu yang bisa menyelesaikan persoalan ekonomi dunia. Jokowi  juga menilai tatanan dunia seperti sekarang masih penuh ketidakadilan. Negara-negara kaya seakan punya posisi superior yang menentukan jalannya perekonomian global. Terakhir Jokowi juga meminta agar PBB segera direformasi dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Sungguh Pidato yang sangat bombastis dan normatif.

Namun ada sedikit pertanyaan, akankah ucapan RI 1 tersebut menjadi kenyataan, karena dari kilas balik debat capres dan cawapres pada pemilihan presiden lalu, sebuah semangat yang sama juga disajikan saat mengkampanyekan janji-janjinya kepada rakyat Indonesia, namun setelah 6 bulan berselang menjadi Presiden, survey mengatakan bahwa kepuasan masyarakat menurun tajam kepada pemerintah, karena janji selama kampanye belum terealisasi dengan baik.

Baca Juga  Ditertawai Netizen, Setkab Sebut Tol Cipali Bagian Infrastuktur Prioritas Tol 1000 km 2015-2019

Selain itu, saat mengkritisi lembaga moneter dunia, Pemerintahan sekarang masih menggunakan jasa mereka meminjamkan uang untuk pembangunan berbagai infrastruktur kita. Hal yang agak bertentangan juga terjadi dalam pernyataan kritis terhadap negara superior yang menguasai ekonomi namun tidak menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat yang menganak tirikan potensi dalam negeri dengan mudahnya masuk investasi asing.

Meski demikian, diharapkan pidato Presiden benar-benar akan diimplementasikan sehingga membuat Indonesia menjadi Negara yag bermartabat, bukan hanya menjadi wacana atau bahkan kebalikannya.

Penulis hanya teringat suatu kejadian yang banyak ditulis di beberapa media yaitu : “ I don’t read what I sign?. Semua media menulis itu, bahkan media luar negeri juga menulis sebagai headline. Nah, Jangan-jangan ……..#

oleh : Srie Wulandari-Pemred SNN

Facebook Comments
Authors

Related posts

Top