Dampak Sosial Yang Besar Dari Proyek Banyu Urip

SatuNusaNews – Proyek pengelolaan minyak Lapangan Banyu Urip, Bojonegoro akan membawa dampak sosial yang sangat besar bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.  Proyek ini akan menjadi pemicu pada usaha gas nasional, demi terciptanya kondisi yang sama.

Proyek tersebut mampu meningkatkan kemampuan tenaga lokal yang pada awalnya hanya berada di tingkat “low skill” (berkemampuan rendah) menjadi “high skill” (berkemampuan tinggi).

Tenaga perminyakan terbaik bisa dihasilkan dari wilayah setempat, dan akan menjadi keuntungan yang berkelanjutan, ujarnya, usai meninjau proses “lifting” minyak mentah di FSO Gagak Rimang.

ExxonMobil dan Pertamina juga diminta terus mengembangkan potensi lokal dan mengindari eksklusifitas pengelolaan, sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh semua lapisan.

Pada lifting itu, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) akan mengirimkan 550.000 barrel minyak mentah dari FSO Gagak Rimang ke kilang Pertamina di Cilacap dan Balongan dengan menggunakan Kapal Tanker Mt. Gunung Geulis milik Pertamina.

Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Cepu tersebut merupakan hasil kesepakatan yang telah ditandatangani oleh pemerintah dan kontraktor KKS pada 17 September 2005.

Kontraktor KKS Blok Cepu antara lain PEPC dengan kepemilikan saham 45 persen, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Ampolex Cepu PTE LTD 45 persen, dan BUMD setempat sebesar 10 persen.

Facebook Comments
Authors
Tags

Tinggalkan Balasan

Top