Bertajuk ‘Reclaim Australia’ Kelompok Islamophobia Australia Lancarkan Unjuk Rasa

Demonstrasi baru-baru ini ‘Reclaim Australia’ dan kontra-demonstrasi di seluruh negeri menyoroti ketegangan sosial dan Islamophobia di Australia.

Sehari sebelum Minggu Paskah, ratusan orang turun ke jalan di kota-kota besar Australia untuk memprotes apa yang mereka lihat sebagai meningkatnya pengaruh Islam.

Di bawah spanduk “Reclaim Australia”, pengunjuk rasa, banyak melambaikan bendera Australia, meneriakkan anti hukum Islam dan membuat atribut bertuliskan “No More Masjid” dan “Islam is an Enemy of the West.”

Sementara itu, di Melbourne, terlihat lebih dari 1000 orang turun ke jalan mengadakan demontrasi tandingan menentang maraknya aksi-aksi anti Islam terebut.

 

Demonstrasi Tandingan

Dewan Lokal Partai Sosialis Stephen Jolly, yang merupakan salah satu penyelenggara kontra-demonstasi, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penting bahwa orang-orang datang untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap komunitas Muslim.

“Kami di sini untuk menyatakan sikap melawan penjelasan bodoh untuk masalah Australia. Untuk menunjukkan bahwa masalah yang kita hadapi yaitu pengangguran, pendidikan, dan kesehatan disebut karena dua persen dari populasi Muslim, benar-benar tidak rasional,” katanya .

Baca Juga  Panitia Lomba Ingin Bongkar Senjata TNI AD

Ketegangan tampak memuncak sepanjang siang setelah kelompok kontra-demonstrasi mencoba menghalangi para pengunjuk rasa anti Islam. Ratusan polisi yang dikerahkan tidak mampu menghentikan bentrokan kekerasan yang pecah beberapa kali.

Maree Adgemis, salah satu dari sedikit perempuan Muslim yang menerjang protes tersebut. Dia mengatakan kepada Al Jazeera penggunaan bendera Australia sebagai simbol anti-Islam sebagai “sangat kebodohan dan ketidaktahuan”.

“Kami bukan ancaman bagi orang, kami normal, juga ingin damai. Ya, ada beberapa orang di luar sana yang tidak ingin itu, tapi itu ada di setiap komunitas. Kita jauh lebih mirip daripada berbeda yang ada, tetapi media menunjukkan perbedaan-perbedaan kita untuk memisahkan dan menggunakan rasa takut,” katanya kepada Al Jazeera.

Ini adalah pertama kalinya Australia mengalami demonstrasi anti Islam yang terjadi secara nasional. Demonstrasi terjadi di tengah meningkatnya peringatan terorisme di Australia dan juga dibangun dari tahun lalu saat peristiwa penyanderaan di Lindt cafe, di mana seorang pria bersenjata tunggal menyandera lebih dari 12 orang di kafe Sydney, dua di antaranya tewas ketika polisi menyerbu gedung.

Baca Juga  Dianggap Melecehkan Islam, Ade Armando Dipolisikan

Belum ada penyerataan dan komentar dari pejabat senior pemerintah federal tentang aksi unjuk rasa ‘Reclaim Australia’ ini.

Facebook Comments
Authors

Related posts

Top