Arab Saudi akan Eksekusi Warganya Yang Bunuh TKI

SatuNusaNews – Pemerintah Arab Saudi Selasa (21/04) memutuskan mengeksekusi mati seorang warganya yang dinyatakan bersalah membunuh warga negara Indonesia. Korban adalah seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dibunuh 5 tahun lalu.

Terhukum adalah seorang pria bernama Syaye’ Said Ali Al Qahtani. Pada 2010 ia ditangkap kepolisian Arab karena diduga membunuh TKI bernama Kikim Komala Sari binti Uko Marta. Setelah proses hukum yang cukup lama, pengadilan Arab Saudi memutuskan pria itu bersalah.

“Putusan eksekusi tersebut diputuskan oleh pengadilan Arab Saudi, Selasa 21 April 2015 kemarin. Jenazah Kikim sendiri sudah dipulangkan dengan bantuan KJRI Jeddah 2011 lalu dan dimakamkan di kampung halamannya di Cianjur,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementrian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangannya, Rabu (22/04) seperti dikutip dari laman Viva.

Diplomat Senior Perlindungan WNI di KJRI Jeddah, Dicky Yunus mengatakan bahwa hukuman mati sejatinya bisa dibatalkan jika pelaku mendapatkan pengampunan dari Raja Arab Saudi. Namun usaha pembatalan tersebut tidak terlaksana karena mengingat kejinya pembunuhan, tidak mendapat ampunan dari Raja Arab Saudi.

Baca Juga  Raja Arab Saudi Ucapkan Selamat HUT RI ke 'Presiden' Susilo Bambang Yudhoyono

“Namun karena kejinya pembunuhan tersebut, Raja menolak memberikan pengampunan. Pelaku tetap mendapat tuntutan hukuman mati dan akan segera  dieksekusi”, ujar Dicky menjelaskan.

Tim Pembela KJRI Muhammad Iqbal mengatakan sedang mengupayakan adanya tambahan diyat mengingat korban meninggalkan 3 orang anak yang masih butuh biaya hidup.

Meskipun dalam hukuman mati jenis takzir tidak lazim dikaitkan dengan diyat, namun atas upaya Tim pembela KJRI Jeddah agar hakim memasukkan dalam amar putusannya peluang bagi ahli waris Kikim untuk mengajukan diyat syar’i. Yaitu jenis diyat yang besarnya sudah ditetapkan oleh ulama di Arab Saudi.

“Peluang diyat syar’i tersebut diberikan karena mempertimbangkan bahwa Kikim meninggalkan tiga anak yang masih membutuhkan biaya hidup, masing-masing berusia 22, 15 dan 9 tahun,” kata Iqbal.

Konsulat Jenderal RI Jeddah, Dharmakirti mengatakan bahwa KJRI akan membantu proses pengajuan diyat Syar’i oleh ahli waris Kikim. “Bila perlu kita beri bantuan pengacara,” ungkap Dharmakirti. #

Facebook Comments
Authors
Tags ,

Related posts

Top