Setelah Diributi Netizen Kemenag Akhirnya Bentuk Tim Selidiki LKS Menghina Sahabat Nabi

 

LKS melecehkan umar

Setelah ramai publik menanggapi kasus penghinaan sahabat Nabi Muhammad SAW, Khalifah Umar bin Khatab, Kemenag akhirnya mengambil langkah konkrit.

“Kementerian Agama membentuk satgas untuk meneliti duduk persoalan kenapa buku-buku itu bisa beredar dan meresahkan masyarakat. Ini akan diteliti kenapa ini bisa kebobolan,” kata Lukman Hakim sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Senin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk menyelidiki Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisi penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad SAW.

Lukman juga meminta pihak kepolisian mengusut peredaran LKS Madrasah Aliyah Kelas X mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang terindikasi bermuatan pelecehan terhadap sahabat Nabi.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas X untuk MAN yang bermasalah tersebut adalah keluaran penerbit Rahma Media Pustaka dari Semarang. Awalnya ditemukan unsur penghinaan tersebut di sebuah madrasah aliyah di Jambi. Pada salah satu halamannya, terdapat sebuah gambar yang menjelaskan nasab Khalifah Umar bin Khatab. Yang mengagetkan adalah pada tulisan Umar dalam aksara Arab itu berlatarbelakang gambar seekor babi.

“Kepada pihak kepolisian untuk menghusut hal ini apakah faktor kesegajaan atau tindak pidana,” harapnya.

Ketika ditanya apakah tidak ada pengawasan, Lukman mengatakan LKS sifatnya sukarela dan bukan buku wajib sehingga mudah beredar.

“Justru ini karena LKS lembar kerja yang sifatnya sukarela, bukan buku wajib, dan memang pihak-pihak swasta yang menerbitkan itu mensoalisasikan ke beberapa madrasah,” katanya.

Atas beredar LKS ini, Lukman menegaskan pihaknya sudah menerbitkan surat edaran untuk menarik buku-buku yang materi muatannya berisi hal-hal bertentangan dengan paham Agama Islam.

Selain itu juga akan menarik buku yang isinya mengandung arti menghina atau melecehkan para sahabat Rasul serta orang-orang yang seharusnya dimuliakan.

Facebook Comments
Authors

Tinggalkan Balasan

Top