DPR RI: Kapolda Papua Harus Segera Usut Tuntas Kasus Penembakan di Pania.

SatuNusaNews  Komisi III DPR RI bidang masalah hukum dan HAM mendesak Kepolisian Daerah Papua mengusut tuntas kasus penembakan sejumlah warga sipil di Kabupaten Paniai 8 Desember 2014 yang hingga kini pelakunya belum terungkap. “Kami sampaikan ke Kapolda supaya kasus penembakan di Paniai itu diusut sampai setuntas-tuntasnya. Siapapun yang diduga terlibat harus diproses secara hukum dan dijatuhkan sanksi seberat-beratnya,” kata Benny.

 

Dalam pertemuan dengan Komisi III DPR RI, Kapolda Papua Yotje Mende menegaskan bahwa jajarannya terus mengusut kasus penembakan di Paniai yang menewaskan empat warga sipil itu.

 

Kendati hingga kini pelakunya belum terungkap, namun Yotje memastikan bahwa Polda Papua terus menyelidiki kasus tersebut.

 

Disamping itu, mengenai kasus yang sama, mahasiswa Papua dalam Gerakan Melawan Lupa Menuntas Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai (Gempa KPH-Berapi) menuntut kepada Komnas HAM segera menuntaskan dan mengungkap pelaku penembakan di Paniai pada 08 Desember 2014 lalu adalah Murni pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Militer Indonesia.

Baca Juga  KOMAT Tolikara Dukung Upaya Deradikalisasi Semua Agama oleh Menteri Agama

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kordinator Umum (Kordum) Gempa KPH-Berapi, Damianus Nawipa dalam orasinya pada Mimbar Besas yang dilakukan bertempat di Kampus STPMD “APMD” Jl. Timoho, Yogyakarta, pada Sabtu (21/03/2015) kemarin.

Nawipa mengatakan bahwa pelanggaran HAM berat di Paniai jangan dijadikan ajeng tarik menarik oleh TNI/Polri atas dasar kepentingan.

“Kami meminta supaya Komnas HAM betul-betul ungkapkan siapa pelaku pelanggaran HAM di Paniai kemarin, karena ini nyata dan yang terjadi pada pagi hari, bukan malam hari,” ungkapnya.

“TNI/Polri adalah aktor penembakan yang terjadi di Paniai, pemerintah jangan menutup mata terhadap kasus tersebut,” lanjutnya.

 

Facebook Comments
Authors
Tags

Related posts

Tinggalkan Balasan

Top