Korupsi PLTA, KPK Kembali Panggil Politisi Nasdem

SatuNusaNews – Seorang politisi dari Partai Nasdem, Achmad Hatari hari ini (25/03) dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Propinsi Papua.

achmad-hatari_Nasdem

Achmad Hatari, Anggota DPR RI Fraksi Nasdem

Achmad Hatari adalah anggota DPR RI asal Fraksi Partai Nasional Demokrat dari daerah pemilihan Maluku Utara. Ia dipanggil KPK karena diduga terlibat dalam korupsi pengadaan Detailing Engineering Design PLTA Mamberamo dan Urumka sekitar 2009-2010.

Sebelumnya, KPK telah menahan menahan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu, mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba, dan direktur utama PT Konsultasi Pembangunan Irian Jaya (KPIJ) Lamusi Didi sejak 27 Februari 2015 lalu.

barnabas-suaebu_NASDEM

Barnabas Suebu, politisi Nasdem

Ketiga tersangka disangkakan pasal pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman pelaku yang terbukti melanggar pasal tersebut adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca Juga  Katanya Menolak, Ternyata Presiden Jokowi Setuju Revisi UU KPK

“Achmad Hatari dipanggil sebagai saksi untuk tersangka JJK (Jannes Johan Karubaba),” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (25/03).

Facebook Comments
Authors
Tags , ,

Related posts

Tinggalkan Balasan

Top