Selamat datang Proton, Selamat tinggal esemka

181638_524150_jokowi_mobil_esemka_dl

satunusanews.com – keadaan yang memanas akhir-akhir ini didalam negeri, nampaknya tidak menyerutukan niat dari Presiden Indonesia untuk menggandeng mobil produk tetangga untuk dijadikan mobil nasional. jum’at kemarin (6/2/15) Presiden Indonesia bertandang ke Malaysia untung menghadiri penandatanganan MoU antara CEO Proton holding Abdul Harith Abdullah dan CEO PT Adiperkasa Citra Lestari, AM Hendropriyono. Penandatanganan MoU dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Najib Tun Razak; serta bos Proton, Mahathir Mohamad.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mempertanyakan alasan pemerintah menggandeng Proton sebagai mobil nasional. Menurut Taufik, mobil nasional akan lebih baik jika memanfaatkan potensi anak bangsa.

Apalagi, sambung Taufik, Joko Widodo sebelumnya sudah gencar mempromosikan mobil Esemka. Itu dilakukan ketika Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo.

“Tidak hanya mendatangkan mobil impor. Kan seperti Jokowi ada mobil Esemka. Inilah makanya, kenapa harus (kerjasama) dengan Proton? Esemka masih bisa,” kata Taufik yang dikutip dari JPNN.com usai sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).

Taufik juga meminta pemerintah memperhatikan pembangunan infrastruktur untuk menekan kemacetan terutama di ibukota. Taufik mengaku sedih ketika tahu Jakarta dianggap sebagai kota termacet di dunia.

“Membangun infrastuktur harus diseimbangkan dengan pertumbuhan mobil. Kalau sekarang kan tidak seimbang. Mobilnya puluhan bahkan hingga jutaan, perkembangan jalannya hanya sedikit,” tegas Taufik.

 

Facebook Comments
Authors

Tinggalkan Balasan

Top