Penegakan Keadilan di Iklim Demokrasi Mencegah Radikalisme

Kebebasan Itu Haruslah Ada BatasnyaSNN | Jakarta (26/1) – Wakil Ketua MPR RI, Dr.Hidayat Nur Wahid (HNW) dalam diskusi public yang bertajuk Freedom Speech and Expression Is Not Without Limit yang dilaksanakan di gedung PP Muhammadiyah Menteng pada senin (26/1) mengungkapkan bahwa “Kebebasan itu ada limitnya (batasnya – red), tidak boleh melanggar norma-norma yang diyakini pihak lain, tidak boleh menyakiti pihak lain,”. Sebagaimana dikatakan HNW yang dilansir oleh media online Tajuk.Co

Untuk itulah kelompok manapun harusnya mampu menahan diri dari perbuatan radikalisme, baik sebagai pelaku maupun yang menyebabkan terjadinya radikalisme tersebut. Hal ini bisa dicegah dan diminimalisir jika penegakan keadilan dalam sebuah iklim Demokrasi dapat dilakukan dengan baik dan benar.

HNW dalam pemaparannya mengambil contoh tentang aksi radikalisme terhadap majalah satir Charlie Hebdo, dalam masalah ini seharusnya pemerintah Perancis dapat berlaku adil terhadap semua kelompok yang ada di negeri itu. Dimana kita ketahui bahwa Perancis memiliki undang-undang antisemit, yang memberi hukuman kepada siapa saja yang menghina kaum Yahudi, seharusnya hal ini berlaku juga dalam memberikan hukuman kepada siapa saja yang menghina nabi.

Akan tetapi yang terjadi adalah perlakuan yang diterapkannya justru berbeda dan tidak adil, padahal pemeluk Islam jumlahnya lebih besar dibandingkan orang Yahudi. “Pemeluk Islam itu jumlahnya 10 persen di Perancis, sedangkan Yahudi hanya 1 persen saja” jelas HNW.

Masih menurut HNW bahwa memandang demokrasi yang berkeadilan perlu dikembangkan guna mencegah munculnya kelompok-kelompok radikal, baik dari kelompok kiri atau kanan.

Oleh karenanya apa yang dilakukan Charlie Hebdo bukan saja melanggar norma-norma tetapi juga melukai perasaan umat Islam di manapun. Karena mengejek, menghina, dan merendahkan orang yang sangat dihormati dan memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. #14.

*Sumber : Tajuk.Co

Facebook Comments
Authors

Tinggalkan Balasan

Top